Logo

Unifa Juara 1 Lomba Inovasi Daur Ulang Beton Limbah Plastik

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Kemitraan Menjaga Bumi - Recycle For Lifecycle di Mall Pipo Makassar, Pada tanggal 5-9 Februari 2020. 

Daur ulang merupakan suatu strategi pengelolaan sampah yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan dan pembuat produk bekas pakai. 

Salah satu dari panitia pelaksana, Andi Anti Aka mengatakan kampanye peduli lingkungan yang diinisiasi oleh IWAPI Sulawesi Selatan ini terselenggara dengan bekerjasama atau bermitra dengan beberapa unsur.

"kami dari IWAPI bekerjasama dengan beberapa organisasi masing-masing TP PKK Sulawesi Selatan, KADIN, APPMI, Pemkot Makassar, Dekranadana Sulsel, HIPMI, PERWIRA, HWK Sulsel, BKOW Sulsel, FKCA, Jameela Hijab Community, IPEMI, Garnita, Al- Azhar, YKL, Zerowaste, Mall Sampah dan Konsulat Jenderal Australia Makassar," ujarnya.

ia juga menyebutkan beberapa rangkaian acara dan event Kemitraan Menjaga Bumi ini seperti pameran seni, seminar, diskusi panel pengelolaan sampah dan kebijakan publik, workshop dan pemilahan sampaj, lomba menggambar, lomba mewarnai tas belanja, lomba kuis daring, dan lainnya.

Selain itu, untuk acara puncak akan digelar CFD Rampok Plastik, pembagian tas belanja gratis, juga ada acara pendukung seperti peluncuran dropbox, pemutaran video pencemaran sampah, kompetisi video pendek dan fotografi bertema menjaga lingkungan dan sampah plastik, dan sebagainya.

Dr. Erniati, ST., MT yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknik Universitas Fajar berhasil meraih juara satu dalam kompetisi Inovasi Sampah Plastik yang dilaksanakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan.

Adapun inovasi yang berhasil mengantarkan DR. Erniati, ST., MT yang timnya beranggotakan Herwina Rahayu Putri, mahasiswi S1 Teknik Sipil dan Rita Hardiyanti Haris, dan Riska Nia Wulandari mahasiswi S2 Magister Rekayasa Ilmu Lingkungan (MRIL) UNIFA,, dengan mengangkat topik “Beton LIPSTIK (Limbah Plastik)” dimana campuran beton ini menggunakan campuran limbah plastik yang dapat digunakan sebagai material konstruksi bangunan.

"Setelah berdiskusi dengan anggota tim, kami memutuskan untuk membuat inovasi beton yang terbuat dari limbah plastik. Walaupun sempat terkendala dengan waktu yang singkat untuk memasukkan presentasi kami mengenai pengolahan limbah plastik dalam bentuk beton ini dan untuk lebih mempermudah masyarakat mengingat hasil karya kami, inovasi ini kami beri singkatan nama Lipstik (limbah plastik)", jelas DR. Erni.

"Kami berharap nantinya akan ada suatu alat atau mesin yg berfungsi untuk melelehkan dan memecahkan limbah plastik dan ini juga akan jadi kolaborasi lanjut dengan dosen-dosen dan mahasiswa teknik mesin unifa", tutupnya.



Dipost Oleh Super Administrator

Seorang administrator bagian HUMAS Universitas Fajar

172 Komentar

Tinggalkan Komentar